• Jl. H.Abd.Malik Pattana Endeng
  • WA center: 0853-9661-9306
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
42 dilihat       29 Juli 2026

BRMP Sulawesi Barat Bergerak Identifikasi Sawah Terdampak Kekeringan di Polewali Mandar

POLEWALI MANDAR-Sebagai bentuk respons cepat terhadap ancaman kekeringan yang mulai berdampak pada sektor pertanian, Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melaksanakan identifikasi lahan sawah terdampak kekeringan di Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini dilakukan bersama para penyuluh pertanian di wilayah setempat untuk memperoleh data kondisi lapangan secara akurat sekaligus menentukan langkah penanganan yang paling efektif.

Identifikasi dilakukan dengan menyusuri sejumlah kecamatan yang menjadi sentra produksi padi, meliputi Kec. Binuang, Kec. Polewali, Kec. Matakali, Kec. Mapilli, Kec. Tapango, dan Kec. Campalagian. Tim turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pertanaman, memetakan tingkat kekeringan, mengidentifikasi sumber air terdekat yang masih dapat dimanfaatkan, serta berdiskusi dengan penyuluh dan petani mengenai kondisi yang dihadapi di lapangan.

Berdasarkan hasil identifikasi, tercatat sekitar 704,50 hektare lahan sawah mengalami dampak kekeringan dengan tingkat keparahan yang memerlukan penanganan segera. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas, bahkan meningkatkan risiko puso apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah mitigasi.

Menindaklanjuti hasil identifikasi tersebut, BRMP Sulawesi Barat bersama penyuluh pertanian bergerak cepat melakukan berbagai upaya mitigasi. Langkah pertama yang dilakukan adalah menelusuri dan mengidentifikasi sumber-sumber air terdekat yang masih memungkinkan dimanfaatkan untuk mengairi lahan sawah terdampak. Setelah sumber air ditemukan, tim merancang jalur penyaluran air yang paling efektif agar dapat langsung mengalir ke lahan pertanian yang membutuhkan.

Selain itu, BRMP Sulawesi Barat juga melakukan realokasi pompa bantuan Kementerian Pertanian dari lokasi yang tidak lagi memerlukan ke wilayah yang terdampak kekeringan, sehingga pemanfaatan pompa menjadi lebih optimal dan tepat sasaran. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat distribusi air ke lahan-lahan yang mengalami kekurangan pasokan air.

Untuk memperkuat penanganan, tim juga menjalin koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah V Sulawesi terkait pemanfaatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam pelaksanaan mitigasi di lapangan. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, BRMP Sulawesi Barat juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kekeringan pada musim tanam berikutnya. Beberapa usulan yang disiapkan meliputi pembangunan Irigasi Perpompaan Air Tanah (IRPOM Air Tanah), Irigasi Perpipaan (IRPIP), serta program pompanisasi di lokasi-lokasi yang memiliki potensi sumber air namun belum didukung sarana irigasi yang memadai.

Melalui langkah-langkah tersebut, BRMP Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya dalam mendampingi petani menghadapi dampak perubahan iklim. Diharapkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani mampu menjaga keberlangsungan usaha tani serta mempertahankan produksi padi di Kabupaten Polewali Mandar sebagai salah satu sentra pangan di Sulawesi Barat.(HR/NK)

Prev Next

- BRMP Sulawesi Barat


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Sulbar, Dinas Pertanian Pasangkayu serta PPL matangkan akselerasi PM-AAS
    29 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulawesi Barat Berkolaborasi Lakukan Mitigasi Kekeringan di Kab. Polewali Mandar
    28 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulawesi Barat Perkuat Kapasitas Penyuluh Majene dalam Implementasi Program PM-AAS
    28 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulbar Perkuat Sinergi Irigasi dan Mitigasi Kekeringan Dukung Swasembada Pangan
    28 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat

tags

Sawah Kekeringan

Kontak

WA center: 0853-9661-9306
(0426) 2321830
[email protected]

Website:https://sulbar.brmp.pertanian.go.id/

Jl. H.Abd.Malik Pattana Endeng
Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat
Mamuju - Sulawesi Barat
Indonesia
91511

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Barat. All Right Reserved